Minggu, 15 Maret 2015

Pemerintah mengatakan 32 warga negara Indonesia yang hilang di Turki, diduga berusaha bergabung dengan ISIS

Berita yang baru saja saya baca -- Pejabat dikonfirmasi pada hari Jumat bahwa sampai dengan 32 Indonesia telah ditahan di Turki atau hilang setelah dicurigai mencoba untuk menyeberang ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok militan negara Islam(IS).

Menteri luar negeri Retno Marsudi kepada wartawan sekelompok 16 Indonesia, kebanyakan dari mereka perempuan dan anak-anak, telah ditangkap oleh pemerintah Turki minggu ini.

"Kami telah memperoleh informasi yang mereka memang mencoba untuk menyeberang ke Suriah," katanya, seraya menambahkan bahwa Indonesia akan mengirimkan tim untuk membantu sebuah penyelidikan Turki.

Retno mengatakan 16 warga Indonesia lain yang hilang dari kelompok Wisata minggu belum dapat ditemukan, menambahkan bahwa pemerintah Turki belum mengkonfirmasi jika mereka masih di Turki atau telah menyeberang ke dalam Syria.

Calon Kapolri Haiti Badrodin mengatakan Kamis kelompok dicurigai mencoba untuk bergabung dengan IS.

Salah satu 16 Indonesia menahan di perbatasan Turki-Syria adalah seorang wanita yang bepergian dengan anak-anaknya tujuh, Badrodin mengatakan pada hari Jumat.

Kepala Polisi mengatakan adalah memiliki telah merekrut Indonesia untuk bergabung ke grup, dan mengklaim bahwa seseorang adalah pendanaan warga untuk melakukan perjalanan ke Suriah.

Badrodin mengatakan polisi tidak memiliki wewenang untuk menghentikan orang Indonesia dari bepergian ke Syria.

"Warga Indonesia setiap memiliki hak untuk bepergian ke luar negeri, jika mereka tidak dilarang oleh lembaga kemudian imigrasi tidak melakukan apa-apa untuk menghentikan perjalanan," katanya.

Indonesia memiliki populasi Muslim terbesar di dunia dan itu telah bergulat dengan serangan oleh sejumlah kecil militan homegrown sejak awal 2000-an.

Dalam serangan mereka paling mematikan, militan Indonesia dibom sebuah klub malam di Pulau liburan Bali pada tahun 2002, menewaskan 202 orang, banyak dari mereka wisatawan Australia.

Otoritas Tumbang sel-sel yang paling militan di tahun-tahun berikutnya, tetapi pemerintah telah menimbulkan kekhawatiran dalam beberapa bulan terakhir atas Indonesia yang melakukan perjalanan ke Suriah dan Irak untuk bergabung IS.

Para pejabat mengatakan antara 200 dan 300 orang Indonesia telah meninggalkan negara tetapi beberapa ahli keamanan percaya angka lebih tinggi.